Cerita Dibalik Padang DX Contest 2016

padang-dx-contest

Sore itu, tanggal 16 Desember 2016 terjadi diskusi yang cukup menarik di group WA kami. Sebuah ide yang akhirnya menjadikan acara outdoor ini bisa berlangsung dengan sukses & aman terkendali. Ya, kami akan mengikuti sebuah contest yang cukup menarik dan sangat sayang untuk dilewatkan begitu saja.

Padang DX Contest, sebuah contest nasional yang dilaksanakan oleh Orari Lokal Padang dalam rangka HUT ke-48. Dengan pemberitahuan yang cukup gencar dan didukung oleh layanan website yang cukup baik, ini sangat memudahkan peserta dalam mengambil akses informasi yang diperlukan. Dan menariknya lagi, dalam contest ini sudah disertakan sebuah file UDC, yaitu file pendukung untuk N1MM software sehingga semua perhitungan nilai secara otomatis dapat langsung diketahui saat itu juga. Pada akhir contest nanti kita cukup merubah log contest di N1MM ke file cabrillo saja, lalu submit ke website Padang DX Contest. Sudah begitu saja, tanpa harus membuat logsheet dan menghitung manual score lagi. Coba silahkan kunjungi http://padang.qrzyb.com/  untuk mendapatkan informasi secara lengkap.

20161218_072904
Tanggal 17 Desember 2016, kami bergerak menuju sebuah lokasi wisata di Pantai Tanjung Pasir, sebuah kawasan wisata yang cukup ramai dikunjungi wisatawan diakhir pekan. Pantai ini masih masuk kawasan Kabupaten Tangerang. Perjalanan ditempuh sekitar 1 jam dengan menggunakan sepeda motor. Kami sebenarnya sudah pernah memancar pada bulan April yang lalu dengan callsign YC1UUU/P. Rencananya lokasi akan mengambil ditempat tersebut mengingat hasil QSO yang sangat memuaskan saat itu. Sayang sekali, setelah kami sampai dilokasi tersebut ternyata sudah tidak ada aliran listrik. Sehingga dengan sangat terpaksa harus mencari lokasi lain.

20161218_092855
Akhirnya kami mendapatkan lokasi yang cukup baik, masih diarea kawasan wisata Pantai Tanjung Pasir namun mengarah ke posisi pantai sebelah barat. Disana terdapat warung yang menyediakan aliran listrik. Namun sebelumnya kami membuat permit ke pihak Angkatan TNI AL dilokasi untuk ijin memancar termasuk menggunakan fasilitas listrik tersebut. Ijin turun dan  kami bisa mendirikan station. Yeaaah…!! Sore itu juga segera kami membagi 2 team. YD1WAT-Prio, Retno & Rohmatul memasang antena Lazy Diamond loop persis di atas air laut. Sengaja kami membuat posisi seperti itu untuk mendapatkan efek pantulan air laut yang optimal. Sementara saya sendiri memasang transceiver dan aksesoris lainnya. Yaesu FT-450 dengan Power supply switching dengan cepat di pasang. Demikian pula segera saya menyiapkan Netbook 10″ yang sudah di install software N1MM+ termasuk mengatur UDC untuk Padang DX Contest. Ada kejadian yang cukup menyesakan dada, yaitu ternyata saya lupa membawa charger Netbook!! Benar-benar konyol, namun untungnya kondisi batre netbook pada posisi full charge sehingga perkiraan cukup untuk dipakai dalam contest selama 5 jam kedepan. Rencananya begitu Netbook shutdown karena batre habis, maka akan diteruskan dengan menggunakan logpaper.

20161217_205744
Sekitar pukul 21.00 WIB kami mulai mengikuti contest. YD1WAT – prio, dengan cekatan menerapkan teknik Search&pounce untuk mengawali contest. Dimulai dari frekuensi terendah hingga sampai ke ujung band, Prio berhasil melakukan contact dengan sempurna. Antena Diamond loop ternyata memberikan hasil yang diinginkan. Sebelumnya kami sempat mengukur kondisi tegangan listrik yang ternyata hanya menghasilkan 170 VAC! Jujur, awalnya saya sangat pesimis contest ini bisa berlangsung. Dengan 170 Volt AC, kemungkinan besar tidak akan bisa untuk supply ke radio dengan optimal. Namun untunglah, yang kami bawa power supply switching sehingga dengan kondisi tersebut transceiver FT-450 kami masih bisa mengeluarkan output RF sekitar 90 watt.

20161217_201959Malam minggu  cuaca sangat bersahabat. Angin walau cukup besar namun dengan bendera yang di bentang (lihat gambar diatas) cukup membantu kami dari terpaan angin laut. Namun deru ombak yang cukup keras, sedikit mengganggu pendengaran. Sekitar pukul 00.30WIB sebuah kejadian yang tidak inginkan akhirnya benar-benar terjadi. Netbook shutdown kehabisan supply dan dengan sangat terpaksa kami melanjutkan secara manual. Yang sedikit membuat repot adalah ketika melakukan teknik Search & Pounche. Tanpa bantuan software cukup memakan waktu untuk mengetahui apakah station yang sedang kami incar ini sudah contact atau belum (dupe).

15589675_10207446527632971_7831960232185063299_n
Minggu Pagi, cuaca begitu cerah. Kami sempat tidur untuk istirahat mengingat perolehan QSO sudah sangat rendah. Dengan ditemani segelas kopi pagi dan nasi uduk, kami nikmati suasana pantai sambil bercengkerama hangat. Pagi itu  diisi kegiatan dengan melakukan QSO santai di 40 meterband dengan beberapa rekan-rekan amatir radio di Indonesia. Sempat terdengar  QSO Amatir Radio dari Malaysia dengan signal yang sangat kuat. Kami sempat geleng-geleng kepala dengan performa antena diamond loop yang dipergunakan. Antena yang simpel, murah namun hasilnya cukup bagus. Tanpa menggunakan balun, bisa mendapatkan impedance mendekati 50 ohm dan VSWR yang sangat bagus.

20161218_091238
Saat itu sempat YD1WAT-Prio melakukan eksperimen contact QRP di 144 Mhz. Dengan menggunakan power 300 milliwat dan antenna HB9CV homebrew, dengan mudah bisa QSO dengan amatir radio lainnya dikota Cilegon. Kalau di lihat jaraknya, Tangerang ke Cilegon sekitar 80Km jarak udara. Perhatikan foto diatas, antena hanya dipasang sekitar 50 Cm dari ground dan persis dibibir pantai! Contact QRP tidak hanya identik saja di band HF, namun ternyata ada penggemarnya pula di band VHF/UHF, seperti Prio.

20161218_104204
Pukul 10.00 Wib,  kami uninstall semua equipment. Agak sedikit kesulitan ketika melepas antena. Air laut sudah mulai pasang, sehingga untuk melepas tali yang menuju kearah lautan lumayan berbahaya. Ombak cukup besar dan bisa membahayakan saat melepas semua tali dan kabel antenna.
Kegiatan diakhiri dengan perbaikan gizi bersama. Prosesi yang menyenangkan, karena terlihat sepiring udang dan satu ekor ikan besar yang di bakar telah menampakan diri dengan indahnya. Ah, hidangan yang sangat sayang untuk dibiarkan begitu saja. Bumbu yang meresap dengan cita rasa yang tinggi cukup mengundang siapa saja untuk mencobanya. Apalagi ditemani dengan suara debur ombak dan obrolan diantara kami berempat untuk melakukan QRV kembali di tempat lain….
Bagaimana dengan anda dan sahabat-sahabat anda? Mengudara dari alam bebas seperti pantai, lapangan atau pegunungan sangat menyenangkan. Masih Tidak tertarik..?
Salam Amatir Radio, 73!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: