Modifikasi AGC Icom IC-718

20161211_155640

Transceiver HF Besutan Icom ini merupakan jenis transceiver yang masuk di kelas low end. Dengan harga yang cukup kompetitif dibandingkan transceiver pesaingnya, IC-718 ini cukup menjadikan sebagian pengguna band HF melirik ke pesawat jenis ini. Termasuk saya. Bagi pengguna yang sehari-hari berkutat dengan CW maupun digi-mode, radio ini sudah lebih daripada cukup pada kelasnya. CAT System yang sudah menjadi prasyarat sebuah transceiver modern, sudah dibenamkan pula untuk memudahkan controling system dengan menggunakan komputer. Banyak software gratisan yang bisa kita unduh untuk menjalankan CAT pada IC-718. Seperti N1MM, HRD, MixW, FLdigi dan lainnya.

Namun dari kebanyakan penggunanya, banyak yang mengeluhkan beberapa kelemahan yang cukup mengganggu. Terutama dari segi penerimaan yang noisenya bisa dikategorikan cukup tinggi jika dibandingkan transceiver jenis lainnya. Bahkan pada kelas kompetitornya. Yang paling dirasakan juga adalah AGC (Automatic Gain Control) yang dirasakan terlalu cepat sehingga tidak nyaman jika digunakan pada mode SSB. AGC yang terlalu cepat membuat receiving terkesan “berisik”. Nah, kali ini saya akan mencoba untuk memodifikasinya agar AGC menjadi slow. Pada Icom IC-718 tersebut memang tidak dilengkapi dengan fasilitas tombol untuk penyetelan AGC. Semua sudah di set secara default.

20161211_155222Yang saya lakukan adalah persis seperti petunjuk yang di berikan oleh literature pada sebuah artikel di www.mods.dk. Ada beberapa pilihan yang diberikan untuk memodifikasinya dengan tingkat kesulitan yang berbeda-beda. Namun demi alasan kemudahan dan “keselamatan” radio, saya memilih dengan cara menghubungkan R1807 menuju ke salah satu pin di konektor ACC. Pin ini mengeluarkan tegangan DC +8V.  Perhatikan gambar dibawah ini. Jangan sampai salah menghubungkan titik yang dimaksud. Saya tidak menggaransi jika anda salah pasang dan /atau menyebabkan kerusakan. Setuju yaa…?

titikPerhatikan R1807 yang dilingkari. Hubungkan titik tersebut di pin ACC yang mengeluarkan tegangan DC +8V. Untuk memastikan, ukur dahulu dengan voltmeter. Hati-hati, resistor R1807 ini adalah berjenis SMD yang bentuknya sangat kecil. Gunakan alat solder yang baik dan sesuai agar tidak menyebabkan hubungan singkat ke komponen disebelahnya.

20161211_154711
Gambar diatas memperlihatkan titik yang sudah tersolder dengan kabel warna biru. Saat anda membuat hubungan kedua titik tersebut, matikan dulu transceiver dan power supplynya. Setelah membuat sambungan, pastikan kembali apakah ada hubungan singkat disekitarnya. Saya menggunakan kaca pembesar untuk memastikan hal tersebut.

20161211_155217Kini kita beralih dengan membuat sambungan di kaki pin ACC yang dimaksud. Di titik ini kita relatif lebih mudah untuk soldering. Namun demikian kita tetap harus hati-hati. Pastikan semua solderan di kedua titik cukup kuat dan baik. Ini untuk menghindari lepasnya kabel yang kita buat sehingga bisa menyebabkan hubungan singkat ke komponen / blok lainnya yang bisa berakibat fatal. Setelah yakin semuanya bagus, tutup kembali casing radio dan screw dengan baik dan tidak terlalu tight. Sampai disini modifikasi yang kita lakukan sudah selesai. Saatnya kita mencoba hasil modifikasi tersebut.

Saya merasakan AGC kini menjadi slow respon dan receive menjadi lebih nyaman saat digunakan di mode SSB.Receive menjadi “adem”. Nah, kalau anda tertarik dengan modifikasi ini bisa dicoba sendiri dengan mudah. Yang terpenting adalah selalu hati-hati dan teliti saat bermain dengan SMD komponen. Sekali lagi ingat, saya tidak menggaransi jika ada kerusakan saat proses modifikasi yang anda lakukan maupun sesudahnya. Berani…? Ucapkan terima kasih pada “paman google” yang telah membantu kita untuk mencari segala informasi, dan teman-teman yang sudah berkenan share tentang kegiatan eksperimen di dunia amatir radio. Ilmu tidak akan berkurang ketika dibagi…

Salam eksperimen, de yon!

 

 

Advertisements

About YB1UUU

DX'ing and Contesting
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

7 Responses to Modifikasi AGC Icom IC-718

  1. Mawan says:

    Sepakat, Om Yon. Selama beberapa tahun sampai awal 2016 saya masih pergunakan pesawat ini khusus untuk CW mode karena kebetulan sudah saya lengkapi narrow filter. Om Yon telat sih nulis tentang ini, jadinya dulu keburu saya belikan DSP deh…wkwkwkwk

  2. Joni says:

    Ya saya sudah memodif nya, dan untuk noise nya jadi lebih rendah.. tapi saya koneksi dengan R yang dibawahnya… keren!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s