Cara asyik bermain JT-65

siap
Tidak bisa dipungkiri, semakin lama alih tekhnologi komunikasi semakin maju. Berawal dari pengiriman berita secara konvensional, kini kita sudah mulai dimanjakan dengan pengiriman berita secara digital. Tak pelak lagi, dunia amatir radiopun mengalami imbas yang menguntungkan. Jika dulu kita log QSO masih menggunakan kertas, kini sudah banyak tersedia logger software yang bisa kita pilih. Mulai yang sederhana hingga yang kompleks. Demikian pula jika dahulu kala kita mengenal CW sebagai sebuah mode yang paling efisien, kini di era majunya tekhnologi kita mulai mengenal mode QSO yang lebih efisien lagi yaitu JT-65. Terlepas dari nilai plus dan minusnya, yang pasti JT-65 menjadikan station YB1UUU kembali giat ber-DX. Dikala K index dan Sun Spot Number yang tidak begitu bagus, ditambah dengan peralatan radio yang begitu sederhana membuat  mode favorit sebelumnya, CW, tidak bisa berkutik apa-apa. Namun lain cerita begitu menggunakan JT-65. Software ini mampu decode signal yang bahkan sampai dibawah noise -25dB. Kadang saya sendiri sering terhenyak ketika radio tidak bisa mendeteksi signal dan suara, namun JT-65 mampu decode station DX. Ada sebuah artikel menarik yang telah ditulis Om Jon, YB2ECG tentang ini. Silahkan kunjungi di https://yb2ecg.wordpress.com/2013/01/01/tahun-baru-mode-baru-jt65/ 

Nah, kini ada sedikit ide agar bermain JT-65 semakin lebih menyenangkan. Yaitu menghubungkan software JT-65 dengan beberapa software lainnya agar semakin lengkap. Contohnya terhubung dengan software logger, web online log, nada peringatan-peringatan jika ada station CQ maupun  status station yang bisa di decode. Bahkan bisa sambil mendengarkan musik favorit anda di komputer. Kini anda tidak harus duduk dan menatap layar komputer sampai mata merah hanya karena tidak ingin station yang diburu sampai terlepas.  Kini anda bisa DX sambil masak (buat YL station), atau sambil mengerjakan project elektronika yang sedang anda bangun tanpa mengganggu aktifitas DX anda. Ya, multitasking DX! 

Disini saya akan menghubungkan software JT-65 dengan HRDlogbook yang berfungsi untuk manajemen log QSO, JT-alert software yang merupakan sebuah utility untuk membuat JT-65 semakin powerfull dengan kemampuannya  untuk memberikan nada peringatan setiap ada station DX yang terdecode. Demi kelancaran otak atik software JT-65, tidak ada salahnya kita lihat dulu apa saja yang perlu dipersiapkan:

  1. Transceiver dan antenna. Di kasus ini saya menggunakan Icom IC-718 dengan antena Bazzoka 40 meterband.
  2. Interface digital dan CAT. Interface bisa anda rakit sendiri. Coba tengok dipostingan sebelumnya, https://cqradio.wordpress.com/2014/09/15/soundcard-interface-psk31-homemade/. Sedangkan CAT diperlukan untuk mengendalikan transceiver dengan software, sehingga untuk pindah frekuensi maupun pengaturan lainnya anda tidak perlu menyentuh transceiver. Cukup melalui software. Disini CAT saya membuat sendiri dengan IC MAX232. Dilain kesempatan akan diposting nanti untuk cara membuatnya.
  3. Download dan install software JT-65 favorit anda. Saya menggunakan WSJTX 1.7, bisa di download di http://physics.princeton.edu/pulsar/k1jt/wsjtx.html
  4. Download dan install software JT-alert di http://hamapps.com/. Jangan lupa sekalian download software Callsign Database v2016.10.12 dan HamApps Sounds v2.5.0
  5. Download software Ham Radio Deluxe. Anda bisa memilih yang versi berbayar dengan fitur yang lebih lengkap atau versi yang tidak berbayar. Saya menggunakan versi yang freeware, silahkan download disini http://www.iw5edi.com/software/ham-radio-deluxe-5-download-links. Di kasus ini kita hanya akan menggunakan HRDlogbooknya saja.
  6. Hardware USB soundcard. Kita memerlukan 2 buah soundcard karena soundcard yang pertama dipergunakan sebagai “modem” JT-65 yang bertugas mengirim dan menterjemahkan data yang dikirim melalui media gelombang radio. Kemudian soundcard yang kedua dipergunakan untuk memainkan nada peringatan-peringatan di software JT-alert. Bonusnya adalah kita nanti juga bisa sambil mendengarkan musik maupun menonton film favorit di satu komputer JT-65 sambil DX.., wooow.!!

Lalu bagaimana cara pengaturan agar tiap software bisa berkomunikasi dan bersinergi dengan baik?

seting-wsjt-isi-callsign
Buka software WSJT-X dan isi dengan benar My Call dan My Grid anda seperti contoh diatas. My Grid adalah locator yang harus anda isi sesuai dengan posisi station anda. Dari locator ini nanti software akan mampu memprediksi jarak dan sekaligus arah antena terhadap station DX.

 

seting-wsjt-isi-pengaturan-cat
Atur dengan benar agar CAT system dan PTT bisa berjalan dengan semestinya. Diatas contoh gambar pengaturan yang saya pergunakan. Harap hati-hati dalam pengisian  di CAT Control dan PTT Methode agar bekerja dengan semestinya. Sesuaikan dengan rancangan interface yang anda buat.

 

seting-wsjt-atur-udp-agar-conect-ke-hrdlogbook
Masih di software WSJT-X, buka tab Reporting. Atur UDP Server seperti diatas, check pula Enable PSK Reporter spotting agar callsign yang kita decode akan di kirimkan ke server PSK Reporter sehingga akan terlihat di peta posisi terhadap station DX lainnya yang bisa mendengar dan kita dengar. Tentunya disini kita memerlukan akses internet. Ingat, tanpa mengatur UDP dengan benar, maka software WSJT-X dan JT-alert tidak akan bisa saling berkomunikasi.

 

seting-wsjt-atur-soundcard-yang-dipakai
Bagian ini juga penting. Pilih soundcard yang dipergunakan untuk software WSJT-X. Bukankan kita tadi mempunyai 2 soundcard? yaitu soundcard onboard dan usb soundcard. Pilih salah satunya!

 

Kemudian kini kita beralih ke software JT-Alert sekarang. Beberapa pengaturan yang harus kita lakukan adalah :

soundcard-yang-dipilih
Soundcard yang dipergunakan. Pilih soundcard yang kedua, USB soundcard. Jika berhasil coba klik tombol TEST PLAY untuk menguji kebenaran setingan kita. Atur pula nada maupun suara yang ingin anda tampilkan nanti jika ada station masuk. Dengan adanya nada nada peringatan yang kita setting maka kita tidak perlu lagi menunggu didepan layar komputer untuk mengetahui status decoder. Disinilah kunci utamanya!

 

set-sumber-suara-jtalert
Ini contoh pengaturan Alert Sound yang saya pergunakan. Anda bebas untuk memilih sesuai dengan selera anda.

 

tanda-jtalert-conect-ke-wsjt17
Jika semuanya sudah selesai kini kita coba untuk menguji apakah memang JT-Alert dan WSJT-X sudah terhubung dengan benar. Yaitu dengan melihatnya di menu About JT-Alert. Jika tampilannya seperti di atas, selamat, anda sudah bisa menghubungkan kedua software tersebut.

 

enabel-jtalert-ke-hrdlogbook
Nah, sekarang giliran menghubungkan JT-Alert dengan logger favorit anda. Ini berfungsi agar semua hasil QSO akan disimpan di Logbook manajemen yang akan lebih memudahkan dalam pengaturan selanjutnya dan menyimpannya bersama sama dengan log QSO mode lainnya. Saya memilih HRD Logbook, untuk itu pengaturan seperti diatas.

 

Sampai disini pengaturan Software JT-Alert. Kini kita beralih ke Software HRDLogbook.
logbook-hrd
Dengan logbook ini kita akan menampung semua hasil QSO dari software JT-65 maupun dari software lainnya, misal N1MM. Dengan logbook ini kita juga akan bisa meng-upload /download secara otomatis log QSO ke account LOTW, eQSL & HRDLog account. Menarik bukan? Termasuk fasilitas DXCluster, Beaming antena secara otomatis, mengetahui record Award yang akan kita claim dan masih banyak lagi.

 

hamspot-web
Supaya makin asyik, kita bisa mengintip status pengguna JT-65 melalui www.hamspots.net. Anda bisa mengetahui siapa yang spot kita maupun siapa saja yang kita spot secara otomatis karena sudah kita atur di software WSJ-TX. Jangan lupa untuk register dahulu.

 

pskreporter
PSK Reporter. Sangat membantu sekali untuk mengetahui secara visual, siapa dan dimana saja station JT-65 yang bisa mendengarkan kita. Sehingga kita tidak lagi “tebak-tebak buah manggis”, karena secara langsung kita sudah bisa mengetahui sejauh mana pancaran kita. Fasilitas ini bisa kita lihat di www.pskreporter.info

Nah, sampai disini dulu. Semoga tulisan panjang ini sedikit banyak bisa membantu kita untuk merasakan DX dengan cara lain. Jadi, tidak ada alasan sibuk dan propagasi buruk untuk DX. Atau alasan station yang dimiliki hanya “mini station”. Sekarang andapun bisa ber DX dengan maksimal di tengah segala keterbatasan alat yang kita punya, Oke…??

Salam hangat, de YB1UUU, 73!

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: