Coaxial adalah kabel terburuk buat saya

IMG_0149

Ya, benar! Bagi saya, kabel coax adalah sebuah pilihan yang buruk. Bagaimana dengan kabel coax sekelas RG8-213 atau bahkan RG8-9913 yang konon kabarnya ia mempunyai losses yang rendah dengan nilai V.F tinggi? Tetap itu adalah buruk buat saya!. Lho, kok aneh. Lalu bagaimana dengan kabel sekelas LMR-400 / LMR-200? bukankah itu kabel coax yang juga terkenal dengan super low losses? Ya, namun itu masih buruk buat saya.

“Wah, Mas Bung Yon ini aneh dan nganeh-nganehi….”
Biarin….
“Mas Bung Yon ini nyempal dari pakem….”
Ndak apa-apa….!!
“Lha terus apa dong alasan Mas Bung ini…. terus terang saja Mas Bung….”
Baik…. he he he! Ini alasan saya….

Yang perlu diketahui terlebih dahulu  adalah saya seorang QRP’er dimana selalu menggunakan power output yang tidak lebih dari 5 watt. Pengurangan power akibat losses yang ditimbulkan oleh kabel, adalah sesuatu yang sangat menjadi perhatian. Kehilangan 0.5 Watt, adalah sesuatu yang sangat berharga. Apalagi hilangnya power akibat sebuah “kekonyolan”, yang semestinya sudah kita pahami sejak awal.

Yang kedua, adalah konsep low cost dan konsep lightweight untuk setup antena. Memang, ada jenis kabel coax yang sangat baik untuk menghindari losses yang tinggi, Misal Heliax LDF4/5/6 atau grade diatasnya. Namun, ini adalah pilihan yang tidak bijaksana. Perlu biaya tinggi dan menjadi tidak simple ketika harus bekerja QRP Outdoor.

Lalu bagaimana dengan kabel sejenis RG-58 atau LMR-200. Kabel jenis ini masih mempunyai losses yang cukup lumayan tinggi. Apalagi kalau kita bekerja di 21 Mhz ke atas. Makin tinggi frekuensi kerja akan semakin tinggi pula losses yang dihasilkan.Sebagai contoh saya sempat mengadakan studi banding kecil-kecilan dari berbagai jenis kabel coax dengan masing-masing panjang 10 meter dan diukur output power pada ujung kabel. Ternyata dengan input 5 watt, saya kehilangan power sekitar 2 – 0.5 watt pada masing-masing kabel. Wah, besar sekali lossesnya. Sekarang kita coba bermain-main dengan cable loss calculator..
Untitled

Mari kita kunjungi web ini untuk sekedar melakukan simulasi.. http://www.qsl.net/co8tw/Coax_Calculator.htm. Kita dapat bermain-main dengan losses kabel yang umum kita kenal. Lalu kalau menurut saya bahwa kabel coax adalah pilihan buruk, lalu kabel apa yang baik buat aktifitas QRP saya dong?

Ladder line adalah pilihan yang terbaik buat saya. Low cost, karena bisa dibikin sendiri dengan kreasi semaunya namun lossesnya sangat rendah bahkan hampir mendekati LDF cable yang mahal itu. Saya membuat ladder line dari cabel ribbon TV 300 Ohm yang kemudian di buat lubang-lubang secara teratur sepanjang kabel tersebut. Dengan membuat “air space” tersebut maka losses akan semakin turun namun impedance akan sedikit naik. Apa keuntungan lain ladder line ini? Ia akan mampu menangani kondisi mismatch yang sangat efisien. Sehingga tidak heran jika sebuah jenis antena yang mempunyai sisi sama panjang (doublet) maka ia akan bisa digunakan sebagai multiband antenna.
IMG_0148

Untuk mendapatkan hasil yang optimal, penggunaan ladder line ini harus memenuhi beberapa syarat:

  • Sebisa mungkin menghindari instalasi ladder line sepanjang logam. Jikapun terpaksa melewatinya usahakan dengan posisi tegak lurus.
  • Pelintir setiap meter agar kedua konduktor tersebut tetap seimbang.

Dengan memperhatikan beberapa ketentuan tersebut maka akan diharapkan penggunaan ladder line menjadi lebih optimal. Dan yang perlu diingat adalah, mengingat impedance ladder line ini sekitar 600 Ohm- 300 Ohm, maka sudah barang tentu kita memerlukan impedance matcher, misal Z-Matcher. Konfigurasi ketiganya akan menjadikan sebuah antenna yang murah, meriah, low cost, low losses, light weight dan handal untuk bekerja multiband QRP HF.

Nah, kini sudah tahu bukan mengapa coax adalah pilihan terburuk buat (kasus) saya…? Sekarang saya  tantang anda untuk menggali informasi tentang ladder line melalui eMbah GugelBerani? Dan jangan salahkan saya kalau akhirnya anda ‘manggut-manggut’  tanda mengerti ketika membaca judul postingan ini… he he he..
Salam, de Yon!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: