Apakah QRP itu selalu berhasil?

yc1uuu qrp natuna island

Mungkin diantara pembaca ada yang bertanya-tanya, apakah QRP itu selalu berhasil mendapatkan contact?. Saya jawab, TIDAK!. QRP itu sesuatu yang sulit dan tidak mudah. Banyak faktor yang menyebabkan sebuah QRP DX berhasil ataupun gagal……seperti story ini….

natuna-2014

Natuna adalah salah satu kabupaten yang terdapat di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri). Merupakan kabupaten yang jaraknya paling jauh dari ibukota Provinsi Kepri, Tanjungpinang. Bahkan dua kecamatannya yang tergabung dalam sebuah Pulau Serasan jaraknya justru lebih dekat ke Pontianak, Kalimantan Barat yaitu sekitar 8 jam perjalanan dengan menggunakan kapal laut, dibandingkan dengan induk kotanya sendiri, Tanjungpinang, yang berjarak sekitar dua hari dua malam dengan kapal laut. Ibukota Natuna adalah Ranai. Yaitu sebuah kota yang masih terdapat dalam wilayah Kepulauan Natuna Besar yang dikenal dengan nama Bunguran. Di pulau terbesar di Natuna ini terdapat 6 wilayah kecamatan. Mulai dari Bunguran Timur, Barat, Selatan, Utara, Tengah, hingga Timur Laut. Kota Ranai posisinya tepat berada di pinggir laut.

Posisi Natuna ibarat titik dalam sebuah lingkaran. Jaraknya cukup jauh dengan pulau-pulau besar yang berada di seberang. Seperti Malaysia di Timur dan Barat, Vietnam di bagian utara, dan Pulau Batam yang terdapat di bagian selatan. Namun transportasi di Natuna saat ini sudah cukup memudahkan bagi siapa saja yang hendak masuk atau keluar dari pulau yang memiliki 12 wilayah kecamatan ini.

2016-06-27 16.08.06

Tanggal 13 – 14 Juni 2016 saya berkesempatan untuk mengunjungi Pulau Natuna Besar dalam rangka tugas pekerjaan yang mengharuskan transit di pulau tersebut. Beberapa hari saya sudah mempersiapkan peralatan QRP untuk dibawa. Masih dengan FT-817 dan antena EFHW 40/15 meterband yang masih menjadi favorit. Saya sangat berharap untuk bisa mencoba QRV dari pulau yang mempunyai nomor IOTA OC-106. Pulau tersebut nampaknya masih sangat sedikit amatir radionya, dan sudah ada beberapa rekan amatir radio yang melakukan aktivasi di sana. Web RSGB IOTA pun menunjukan record yang telah dibuat tersebut.

Garuda-Indonesia-Bombardier-CRJ1000-NextGen

Dengan menggunakan Pesawat Bombardier CRJ1000, perjalanan dimulai dari Bandara Soekarno Hatta, Tangerang. Pesawat berkapasitas 96 penumpang ini merupakan jenis pesawat baru yang dioperasikan untuk melayani perjalanan para pekerja disalah satu oil company yang memang di Laut Natuna banyak terdapat eksplorasi minyak dan gas bumi. Perjalanan ini memakan waktu sekitar 2 jam kurang.

2016-06-27 16.08.27

Foto diatas adalah gambar bandara Ranai yang merupakan Pangkalan TNI Angkatan Udara. Setelah landing dan mengambil bagasi kami menuju ke sebuah hotel di kota Ranai untuk menunggu esok hari menuju offshore. Nah, disela jadwal tersebutlah saya berencana akan QRV dengan menggunakan QRP, sebuah live style yang sangat saya sukai.

Pada awalnya saya sangat berharap bahwa lokasi penginapan yang disediakan dekat dengan pantai. Namun sayangnya, bayangan tersebut tidak sesuai harapan. Penginapan berada jauh dari pantai dan berada di tengah kota. Ini adalah “musuh” utama bagi QRP’er. Seperti pengalaman yang sudah-sudah, bahwa pantailah tempat terbaik untuk memancarkan signal radio dengan power rendah dan menggunakan antena yang sederhana.

Namun dirasa pesimis tersebut, saya tetap meng-install antena EFHW di Hotel Ranai pada ketinggian 6 meter. Instalasi antena terhitung cepat. Dan Sore itu saya mencoba untuk mulai scan di 15 meterband. Direntang CW band tidak ada aktifitas apapun yang bisa didengarkan, noise cukup lumayan tinggi. Tidak kurang akal, saya coba beralih dengan melakukan CQ selama hampir 1 jam dengan power 3 watt. Namun itupun tidak ada jawaban. Penasaran, saya mencoba cek ke http://www.revearsebeacon.net. Ternyata tidak ada feedback dari station beacon manapun. Mungkin memang propagasi kurang bagus? Entahlah, yang pasti hingga sampai malam saya tidak bisa mendapatkan contact QRP.

Bagaimana di 40 meterband? Sama juga hasilnya. Saya tidak bisa mendengarkan station amatir radio.

Malam itu akhirnya saya hanya SWL’ing / monitor siaran radio gelombang pendek. Yang dramatis adalah, di lokasi tersebut dengan mudah saya bisa mendengarkan siaran radio dari Thailand, Vietnam dan China dengan cukup kuat. Bahkan dengan antena didalam kamar hotelpun FT-817 masih bisa mendengarkan dengan baik. Ini tentunya karena memang posisi saya lebih dekat dibandingkan dari Pulau Jawa.

Kesimpulan utama bahwa kegagalan QRP itu adalah wajar. Salah satu faktor adalah kondisi diatas tersebut. Tidak semua orang bisa menerima sebuah kegagalan, namun disinilah tantangan terbesar sebuah QRP. Apakah anda siap dan mampu untuk mengalami hal tersebut ? Selamat datang di dunia QRP, memancar dengan power rendah adalah sebuah tantangan!!

salam de YC1UUU/5 QRP

 

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: