Mari Merakit Impedance Matcher EFHW

20160323145958

Kali ini saya akan sedikit mengupas tentang pembuatan Impedance Matcher Antenna EFHW. Apa itu EFHW?

EFHW berasal dari kata End Feed Half Wave antenna. Sebuah antena 1/2 lamda yang di feed pada ujungnya. Persis seperti kalau kita membuat antena dipole. hanya dipole di feed di tengah-tengahnya. Beberapa waktu ini saya banyak menghabiskan untuk mencoba antena EFHW dan ternyata hasilnya sangat diluar dugaan. Dengan tampilannya yang sederhana dan bersifat “stealth” sangat cocok sekali untuk operasi lapangan dengan pemasangan yang cepat dan tanpa membutuhkan tuning yang terlalu lama. Bisa dikatakan sangat cepat hanya beberapa detik saja. Bandingkan dengan dipole🙂

Tapi yang kita perlu ingat, EFHW antena ini mempunyai titik impedance yang sangat tinggi jika dibanding dipole. Pada ujungnya sekitar 2000 – 5000 Ohm. Sedangkan kebanyakan radio kita berimpedance 50 ohm. Disinilah kita memerlukan Impedance Matcher ini. Ingat ini bukan tuner lho yaa… tertarik membuat ? Ayo baca terus sampai selesai.

20160318233055

Coba kita lihat skema diatas dengan seksama. Sangat sederhana sekali. Hanya berupa lilitan primer dan sekunder dan 1 buah varco untuk adjusting. Sebenarnya sangat banyak varian skema yang bisa kita jumpai, namun di eksperimen ini saya menggunakan skema di atas. Beberapa yang harus saya persiapkan adalah :

  • Toroid Amidon T200-2
  • Kawat email 1.2mm secukupnya
  • Box
  • Varco 1 gang nilai sekitar 150pf
  • Conector SO-239 Sasis
  • Screw dari bahan stainless
  • Knop varco
  • Heatsrink 1.5mm secukupnya
  • Wire ties 2 biji saja
  • Kabel secukupnya
  • Toolkit & kopi serta kudapan sekedarnya (pisang goreng, bakwan juga boleeeh…)

20160323145610

Pertama kali saya membuat lilitan dulu dari toroid amidon T200-2. Kalau anda tidak punya, bisa dicoba dengan jenis lain. Tapi ingat tidak semua toroid bisa dipakai. Jadi anda bisa eksperimen sendiri. Demikian pula dengan ratio lilitan juga akan menghasilkan ratio yang berbeda-beda. Sebenarnya eksperimen ini akan lebih menarik jika kita mempunyai analyzer antenna. Namun sayangnya saya tidak punya, jadi hanya dengan trial dan eror maka menghasilkan ratio lilitan 12 sekunder : 2 primer. Pada lilitan primer, kawat email saya beri perlindungan dengan heatsrink agar tidak bersinggungan langsung dengan lilitan sekunder. Lilit seperlunya dan ujung-ujung ikat dengan wire ties agar tidak bergerak.20160323145728

Solder dan rakit seperti di skema. Untuk yang saya buat persis seperti di foto. Box saya menggunakan jenis transparan dengan bahan yang sangat kuat, karena memang dirancang untuk penggunaan di lapangan sehingga diperlukan box yang kuat dan waterproof. Impedance matcher ini akan di letakan di luar persis di feed antena sehingga kita harus benar-benar memperhatikan segi keamanan dari cipratan air termasuk hantaman benda-benda sekitarnya.

Fungsi Varco disini adalah untuk mengatur nilai kapasitansi yang diperlukan sehingga akan membentuk nilai impedance yang dibutuhkan bersama-sama dengan nilai lilitan yang berada di toroid Amidon tersebut. Sebenarnya kita hanya cukup membutuhkan beberapa puluh Pico farad saja sehingga varco yang saya pergunakan sebenarnya termasuk pemborosan.

Bagaimana cara menggunakan Impedance matcher ini? Contoh kasus kita akan membuat antena EFHW di 15 meterband.

  1. Hitung dengan rumus seperti biasa untuk pembuatan antenna dipole 1/2 lamda. Yaitu 143/f (mhz). Jadi 143/21.1 = 6.77 meter. Kini ambil kabel sepanjang 6.77 meter sebagai antenna. Ingat jangan dipotong di tengah, karena antena ini tidak untuk di feed di tengah, namun di UJUNGNYA!
  2. Pasang antena ini bisa dengan konfigurasi vertical, slooper, inverted, belak-belok atau terserah bisanya anda. (Disinilah kelebihan antena EFHW). Saya sendiri antena dipasang di joran pancing yang panjangnya 10 meter.
  3. Pasang Impedance matcher pada ujung antena. Karena saya akan bekerja dengan 100 watt, maka ada beberapa hal yang saya lakukan. Yaitu memasang counterpoise sepanjang 3 meter serta choke balun di feedpoint impedance matcher terhadap kabel coaxial 50 0hm yang akan menuju ke transceiver. Hal ini diperlukan untuk menghindari gangguan akibat RF balik. EFHW antena difeedpoint mempunyai sifat current minima, high voltage. Dengan karakter seperti ini kita tidak terlalu memerlukan ground yang bagus seperti di antena dipole. Hanya dengan antena yang tidak ada imbangan ini, maka kasus RF Balik kemungkinan besar akan terjadi. Untuk itulah diperlukan counterpoise & choke balun. Kalau anda bekerja QRP (5 watt CW) hal ini tidak diperlukan.
  4. Pasang transceiver dan SWR meter. Lakukan proses tuning dengan cara umpankan carrier sekitar 10 watt (bisa di mode CW atau AM) lalu putar varco sambil memperhatikan SWR meter yang kita pasang. Usahakan SWR benar benar sampai “nyender” (1:1,1). Jika masih tidak bisa kemungkinan besar ratio lilitan yang anda buat tidak sesuai atau kepanjangan antenna belum tepat.Lakukan perubahan sambil mencatat hasil tiap perubahan konfigurasi. Kalau anda punya analyzer antena sebenarnya proses ini bisa kita ganti dengan Resistor 2,7k ohm sebagai dummyload. Tapi ini ceritanya kita gak punya alat yang mahal dan canggih begitu..

20160323150045

Dengan melakukan proses tuning secara “ngawur” diatas akhirnya saya berhasil memasangkan impedance matcher ini ke antena EFHW 15 meterband, 10 meterband dan 20 meterband dengan adjusting yang sangat mudah untuk mendapatkanSWR 1:1. Dengan umpan 100 watt, tidak ada cipratan di varco dan toroid Amidon tidak menimbulkan suhu panas. Bahkan hangatpun tidak. Saya yakin impedance matcher ini akan mampu di lewati RF sampai 300 watt. Hasil QSO pun sangat optimal. Dengan antena yang saya pasang di joran pancing dan didirikan sekitar 3 meter dari tanah, saya mampu berkomunikasi dengan negara-negara di semua Benua pada band 15m.

Tertarik…? ayo segera berburu kelengkapan bahan dan selamat berkesperimen. Tapi ingat, setiap kita bereksperimen dengan jenis antena apapun kita harus peduli dengan keselamatan ya. Jangan pernah menyentuh antena maupun feedpoint saat anda mengudara maupun proses tuning. Ini dapat mencelakakan anda. Bahkan dapat membunuh!! Hati-hati dan keep safe yaaa…. :-) 

Salam ngoprek, de yc1uuu – yon!

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: