BEBERAPA KEBODOHAN SAYA SAAT MERAKIT BITX TRANSCEIVER

lizard-34173_640

Setelah saya berhasil merakit transceiver BITX hingga 2 kali, kini bisa saya simpulkan bahwa ternyata merakit BITX ini sebenarnya simpel dan mudah. Yang dibutuhkan adalah ketelitian………

Sikadal buntung dan Sikadal Bingung, demikian saya memberikan nama kepada masing masing transceiver BITX yang sudah berhasil saya rakit. Keduanya dikerjakan di 40 meterband. Kadal buntung saya rancang menggunakan DDS oscilator dengan penambahan ADE-1 Mixer dan Amidon toroid. Dengan IRF-510 2 buah bisa mengeluarkan output power hingga 15 watt. Sementara untuk Si Kadal Bingung, saya rakit dengan oscilator VFO konvensional, penggeseran frekuensi kerja memakai varco besi 250 Pf dan ditambah FLL agar lebih stabil.

Lalu mengapa selama ini saya sangat kesulitan dalam merakit Sikadal Buntung, Transceiver BITX yang pertama kali saya buat? Dan inilah jawabannya, ternyata saya banyak melakukan kebodohan dan keteledoran yang semestinya tidak perlu terjadi kalau saya T E L I T I….

  1. Bad connect atau koneksi jelek. Bayangkan, setelah selesai menyolder dan dilakukan test BITX tidak bekerja. Semua komponen di cek ulang termasuk wiringnya semuanya sudah bagus. Hampir setahun project saya tertunda karena mencari solusi ini. Dan ternyata masalahnya adalah simpel, Jalur tegangan RX  yang menuju ke mainboard BITX ternyata solderannya tidak bagus. Sekilas memang menempel dengan baik  tapi setelah di cek secara teliti dengan continuity ternyata……..
  2. Menempelnya jalur PCB yang berdekatan. Problem ini sempat membuat stress juga, cek tegangan pada transistor bagian TX dan RX semuanya normal. Seperti biasa,cabut pasang beberapa komponen yang saya curigai dilakukan. Namun tetap problem belum solved juga. Ternyata eh ternyata, hanya masalah menempelnya jalur tembaga ke jalur sebelahnya. Setelah di “kerok” dikit, problem teratasi.
  3. Salah pasang nilai kristal di BFO. Ini lebih lucu lagi. RX hanya bisa desis saja dan kadang terdapat cuitan signal, namun bukan signal lawan bicara. Pusing bukan kepalang. Setelah di cek dengan teliti baru ketahuan, ternyata saya saya salah pasang nilai kristal di BFO. Filter kristal saya menggunakan 4 buah kristal 10 Mhz, lha kok di BFO malah terpasang kristal 10.240 Mhz. Selisih 240 Khz. Gimana bisa nge-beat? hi hi! Segera saya ganti kristal BFO dengan 10 Mhz dan taraaaa…… BITX bisa bunyi!
  4. Ini yang paling parah, matinya DDS modul. Entah dimana kesalahan saya hingga DDS modul bisa mati. 2 kali lagi… haduuh!! Ketika habis test RX berhasil dengan baik, Sikadal buntung saya matikan. Selang beberapa jam saya nyalakan lagi, lha kok gak bisa dengar apa apa. Curiga di Oscilator, saya ambil radio kempitan dan ditune pada frekuensi kerja oscilator. Tapi tidak ada signal yang terdengar… Keringat mengucur deras sambil berpikir, INI PASTI DDS-nya MATI!! Segera saya cek ambil modul DDS yang baru dan dipasang. Signal keluar dan bisa RX kembali. Hingga kini saya masih berpikir, mengapa modul DDS tersebut bisa mati…?
  5. LM-7805 ic regulator DDS tidak di pasang keping pendingin. Saat run test RX hingga 20 jam, tiba-tiba tampilan di LCD DDS keluar tulisan ngacak, namun RX masih normal. cek sana sini hingga sistem grounding di floating kadang berhasil namun muncul kembali problem itu setelah beberapa saat, namun ketika kondisi LM-7805 dingin kembali normal. Segera saya cabut saja dan di tempelkan ke keping pendingin. Problem teratasi hanya karena masalah sepele, keping pendingin!

Begitu kira kira brooo… dan berikut beberapa penampakan radio kadal buntung dan kadal bingung… sampai ketemu di udara…..

2015123162525

Ini Pemancar Si Kadal Buntung, 40 meter band. Mengapa disebut si Kadal Buntung, karena sebagian komponennya di rakit dari hasil “mbuntungi” dari komponen komponen hasil eksperimen sebelumnya…  Tapi jangan salah, si Kadal Buntung ini sudah berhasil komunikasi ke beberapa pulau di Indonesia dengan output power 10 sampai 15 watt. Amazing bukan…🙂

2015125162530

Kalau gambar ini adalah jantungnya Si Kadal Bingung. Yap, oscilator dengan sistem VFO. Sengaja saya menggunakan type SK192 untuk mendapatkan kestabilan ditambah dengan beberapa kapasitor kertas serta NPO. Hasil test sangat stabil dan hanya mengalami drif beberapa Hz saja. Sudah sangat layak digunakan untuk disuntikan ke bokongnya kadal Bingung. Apalagi mau ditambah FLL. Makin stabil mas bro…

2015220204629

Kadang kita perlu “suplement” saat propagasi buruk. Untuk itulah saya rakit gambar disamping kiri ini. Sebuah linear amplifier yang di rakit dari Mosfet IRFP-250N 2 gelintir sudah cukup memberikan output 130 watt dengan umpan tegangan 13.8 volt, bias 3.75 volt dan input power 10 watt. Ingat, hati hati saat adjusting bias nya. saya sudah sukses membunuh 3 IRFP-250N karena asyik tuning bias hingga melebihi kemampuan nya. Toroid menggunakan bekas dari monitor PC, dan LPF menggunakan toroid Amidon T50-2.

2015228182218

Naaah… penampakan Si Kadal Bingung terdeteksi. Dengan VFO ditambah FLL benar benar cukup membuat stabil. Dan saya sangat senang menggunakan Si Kadal Bingung ini karena masih menggunakan VFO. Sensasinya sangat mengasyikan saat kita men-zerobite-kan ke lawan bicara. Dan ini tidak akan bisa didapatkan di DDS system. Lihat, terlihat LCD untuk mengetahui tampilan frekuensi yang dibangkitkan oleh FLL.

2015227141958

Jeroannya Si Kadal Bingung…. Kini tahu bukan kenapa disebut Kadal Bingung. Perhatikan kabel-kabelnya yang gak karuan karena bingung mau bagaimana layoutnya…. ha h ahaa!! Tapi apapun itu bentuknya, yang penting bisa memancar dengan cukup lumayan untuk menjangkau jarak seluruh Indonesia… Salam bodoler..!!

Pandu – Tangerang Pusat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: