OM BASKARA

“Tulisan ini sengaja saya buat untuk menghormati dan sebuah bentuk ucapan terima kasih kepada salah satu mentor atau bisa dikatakan salah satu guru saya dibidang homebrewer 80 meter band. Tanpa beliau, saya tidak akan mungkin mengerti seluk beluk dunia 80 meteran…”

Om Bonyok

     Saya mengenal beliau ini ketika sekitar tahun 1997 sedang ber QSO di VHF dengan Edy Valentino yang merupakan salah satu penggemar 80 meteran juga. Ketika sedang asyik ngobrol, saya bercerita bahwa sangat berminat untuk muncul di 80 meteran namun hingga saat itu tida pernah berhasil membuat pemancar karena keterbatasan ilmu dan tidak ada yang membimbing sama sekali. Dengan nada yang semangat Edy Valentino sedikit bercerita tentang dunia 80 meteran dan berjanji akan mengajak saya ke tempat temannya yang juga hobby dan aktif muncul di AM 80 meterband, Baskara namanya. Tanpa pikir panjang saya mengiyakan dan mengatur jadwal untuk memenuhi ajakan itu.

Hari yang sangat penting itu datang, dengan membonceng motor RX King punya Edy Valentino sampailah di semuah rumah yang sudah langsung bisa di tebak, pasti ini rumah penggemar pemancar AM 80 meterband, dengan tanda yang menyolok yaitu adanya antenna open dipole yang sudah kelihatan dari seberang jalan. Ah, akhirnya kesampaian juga saya menemui salah satu penggemar hobby 80 meteran ini yang sejatinya sejak SD saya sudah ingin melihat bagaimana bentuk dan rupa pemancar 80 meteran tersebut.

Dengan sopan seorang ibu muda (yang ternyata adalah istri Om Baskara) mempersilahkan untuk masuk dan langsung mengantarkan ke lantai dua dimana ternyata disana adalah ruangan operator sang pemilik rumah itu. Terlihat sesosok pria dengan hem kotak dengan memakai topi dan sepatu (mungkin takut ke setrum.. he he) sedang asyik pegang bor tangan dengan ditambah adanya box besar yang lagi ditunggingin (yang ternyata itu adalah pemancar tabung 6146 4 batang).

Dengan cepat saya mengenalkan diri dan selanjutnya terjadi obrolan yang menarik di antara kami bertiga. Terutama saya yang begitu sangat tertarik dengan pemancar yang sedang di buat oleh Om Baskara ini. Tanpa panjang lebar saya utarakan sekalian untuk kesediaan beliau membimbing  saya dalam merakit pemancar nanti. Dengan ramah beliau mempersilahkan dan bahkan menawarkan beberapa komponen yang susah didapatkan semisal trafo OT modulasi dan varco besi untuk saya gunakan.

Bisa dikatakan tiap hari saya main ke rumah beliau sambil membawa komponen yang diperlukan untuk merakit pemancar AM 80M dengan basis transistor. Dari pembuatan oscilator, buffer, driver dan final pelan pelan saya kerjakan dengan bimbingan intensif Om Baskara. Dengan sabar beliau selalu memberi tahu dan menjawab pertanyaan saya yang kadang terlalu kritis karena memang sangat tertarik dngan dunia 80 meter band. Setelah sekian minggu akhirnya pemancar saya jadi dan bisa ber-QSO dengan teman teman lokal tangerang.

Sering pula Om Baskara mengajak untuk bersilaturahmi ke teman teman lokal Tangerang, mulai dari mamah dea, Pak Bram, Cacan, Teguh, Abah Yusuf dan lain lainnya. Beberapa kali juga saya menghadiri pertemuan akbar breaker 80 meteran se JABODETABEK di gedung Golkar, Tangerang.

Sayangnya seiring waktu, beliau kini lebih asyik di dunia 2 meteran dan untuk sementara dunia 80 meter band beliau tinggalkan. Dan dengan ciri khas seorang Homebrewer, beliau dengan senang hati mempersilahkan pemancar tabung 6146 4 batangnya untuk saya pergunakan. Dengan terharu saya sangat berterima kasih dan membawa pemancar beliau yang begitu berat ke rumah dengan me-nyewa becak. Dan sejak itu tiap hari saya muncul dengan pemancar tabung yang bisa dikatakan sangat bagus karena dengan antenna yang pendek long wire, saya bisa komunikasi dengan teman teman dari jawa tengah dan jawa timur.

Daaaaan…… namanya juga saya seorang homebrewr, pasti tangan gatel kalau tidak pegang solder ketika mengudara. Dengan gagah berani dan sok tahu saya oprek lah pemancar Om Baskara. Hasilnya, jadi rusak dan beberapa komponen lepas tidak karuan. Ada sebuah wiring yang terbakar dan mengeluarkan asap pekat ketika saya on-kan pemancar tersebut. ha ha haaa…. jadinya malah rusak semua dan tidak bisa mengudara lagi waktu itu. Ampun guru… muridmu ini tidak bisa memegang amanat untuk menjaga pemancarmu itu, karena memang saya dilahirkan bukan sebagai operator radio tapi sebagai seorang homebrew’er yang selalu ingin eksperimen dan penuh dengan rasa penasaran…. he he he..!! Salam dari muridmu ini dan saya hanya bisa mendoakan-mu agar selalu sehat wal afiat serta mengudara terus walau di 2 meteran. Maafkan muridmu ini yang sekarang jarang silaturahmi ke rumah karena kesibukan dan mengejar cita-cita untuk menjadi seorang DX’er…🙂

Ditulis dari Rig Rowan EXL-1 Petronas offshore

2 responses

  1. Andai saja Jabar masi ada 80 Mtr.jadi kangen jaga dan lestarikan BRO

    1. AM 80 meter band memang penuh cerita yang mengasyikan. Semoga suatu saat bisa rame seperti dulu….🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: