SWL Padang Contest HF 7 Mhz

Image

Ketika malam semakin gelap dan merangkak menuju dinihari… di iringi dengan hujan yang begitu lebat dan deras… kadangkala kilat dan suara petir menunjukan keganasannya, station YC1UUU dengan peralatan yang begitu sederhana mengikuti SWL Padang Contest di HF 7 Mhz… tentunya hanya dengan radio ‘kempitan’, Tecsun PL-660. Mari langsung saja kita ikuti cerita yang ‘menyeramkan’ ini, ukaaa… ukaaaaa………

Tepat jam 23.00 WIB saya gak bisa tidur, gusar! Selain mikirin gimana caranya ngumpulin duit buat bayar cicilan rumah biar gak ikut mertua terus, juga mikirin gimana caranya punya hamshack room di pondok mertua indah ini. :-b

Dasar amatir radio, untuk menghilangkan ke-galau-an tingkat tinggi ini, saya pilih nyalain radio ‘kempitan’ saja dan menyalakan di gelombang HF di frekuensi 7 Mhz. Sehari sebelumnya saya sempat menguping pembicaraan di 7.150.0 Mhz bahwa akan ada kegiatan padang contest di malam ini. Kesempatan yang sangat bagus untuk mencoba testing radio ‘kempitan’ favorit saya dan sebuah antenna loop yang begitu simple untuk ikut unjuk gigi.

Image

Berikut persenjataan yang saya pergunakan untuk SWL’ing Padang contest 2014 :

  1. Radio receiver Tecsun PL-660. Cuma radio ‘kempitan’ mas bro…
  2. Headset Sennheiser CX-200.
  3. Headphone Sennheiser HD-202. Yang ini buat cadangan saja, sekaligus test kemampuan headphone untuk voice.
  4. Antenna menggunakan Simple Loop. Saya memanfaatkan antenna bekas dari radio compo punya istri (tentunya tanpa sepengetahuan dia :-b ) dari LG MDD64 DVD Hi-Fi system. Yang pasti sedikit review, antenna ini benar benar ‘gila’. Sangat sensitif di bandingkan telescopic antena asli PL-660.
  5. Selembar kertas bekas dan ballpoint buat logbook sederhana.
  6. Netbook HP 10″. Dipertengahan contest saya mencoba menggunakan N1MM Logger software yang tentunya membutuhkan komputer.
  7. Kursi rias kecil milik mertua yang saya fungsikan sebagai meja (tentunya diam-diam lagi bro… :-b ).
  8. Tikar bekas milik putri semata wayang saya..
  9. Air minum dan cemilan buat menambah kalori dan semangat…

Oke, dengan peralatan yang seadanya saya mulai ‘nguping para peserta padang contest dimulai dari jam 23.00 WIB. sepanjang band 40 meter dari 7.000.0 – 7.200.0 Mhz saya scan (sebenarnya sih memutar rotary dial ). Dengan konfigurasi peralatan yang begitu sederhana saya bisa mendengarkan semua call area di Indonesia. Artinya, dari sabang sampai merauke semua station radio amatir bisa saya monitor dengan 5 readibility.

Kalau signal sih saya abaikan, walau kadang ada station yang bisa mencapai full indicator di radio saya. Oh ya, posisi saya berada di lantai 2 ruko milik mertua indah dengan antenna loop cuma saya ‘klewer-kan di luar jendela. Udah begitu saja, sangat simple. Namun selama hampir 1 jam saya monitoring kegiatan contest ini, saya mampu membukukan sekitar 43 station amatir. Hah, dikit amat mas bro? Iya, soalnya selama rentang 1 jam ini ada gangguan ‘external’ yang harus di handle…. bikin indomie, nyantai mbikin kopi dan narsis sendiri buat dokumen dan bahan tulisan ini… he he!Image

Ada beberapa kejadian menarik selama contest yang bisa kita jadikan pembelajaran, terutama tingkah peserta yang kadang mengundang senyum:

  1. “QRZ..QRZ….??!!”, Seorang peserta mengakhiri pancaran dengan maksud memanggil peserta lain. Padahal jelas sekali tidak ada yang manggil dia. Hampir 1 menit dia teriak-teriak, “kiarjet…kiarjeett…”. Hmm… operating procedure nampaknya perlu di baca lagi🙂
  2. “Wah, saya sudah kontek dengan anda ya… maaf kalau begitu. ehmmm…. tapi UTC berapa yaa…”. Nah loh, peserta ini nampaknya mengalami dupe tapi kok masih nanya jam berapa contact?. Intinya peserta ini nampaknya malas cek Logsheet-nya
  3. “Ok, terima kasih 59 untuk anda. mohon diulangi lagi prefix anda, gantii…”,. Wowww, kalau sudah 59 ya artinya semua sudah kebaca dengan jelas dan signal sangat kuat… tapi mengapa masih minta di ulangi prefix peserta contest lainnya?🙂
  4. Yang serem pas kejadian ini bro, sekitar jam 23.40 WIB ketika asyik asyiknya nguping, tiba tiba terdengar bunyi gelas pecah di ruang dapur. Ceritanya, ruko yang saya ‘tebengi’ ini katanya angker.!! yang bikin merinding bulu kuduk, tidak ada seorangpun yang lagi di dapur bro… Terpaksa dengan rasa takut yang mulai menjalar kami (saya, istri dan adik ipar) mengendap-endap turun ke dapur…. clingak-clinguk sambil mengendus-endus siapa tahu ada penampakan kunilanak atau gendruwo yang iseng. Dan dugaanku benar bro…!! Terlihat sesosok hitam nongkrong di atas meja dapur dengan sorot mata yang tajam, hitam dan tidak berkedip menatap kami..!! Tapi, mungkin dia takut juga dengan kehadiran kami bertiga… yang akhirnya mahkluk itu lari dan lompat ke kolong sambil mengeluarkan bunyi khas-nya…,”ciiit…ciiiitt…citttt”. Ternyata Tikus mas bro… Hassyyeemm tenan.!! :-))

Sangat menarik sekali ternyata kegiatan monitoring ini. Siapa bilang monitor radio itu tidak asyik… sebagai seorang amatir radio yang dulunya sangat hobby ber DX dan contest ria, ternyata saya banyak menemukan hal yang menarik ketika berada di posisi seorang SWL. Jadi, jangan berkecil hati kalau anda tidak mempunyai transceiver untuk menggeluti dunia amatir radio. Cobalah bermodalkan pesawat radio penerima saja… dengan radio ‘kempitan’ anda akan lebih mempunyai kesempatan menjadi seorang DX’er dan Contester kelak.

Image

———————————————————– SEKIAN CERITANYA ———————————————————————————

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: