FOX HUNTING, OLAHRAGANYA PARA PENGGEMAR RADIO KOMUNIKASI

Image

Dengan membawa antena yagi 2 elemen handbeam dilengkapi sebuah receiver jadul IC-2N yang sudah modifikasi penambahan rf gain dan meter saya berlari dengan cepat kearah signal beacon. Tidak perduli dengan bobot badan yang mendekati obesitas dan pandangan aneh orang orang yang melihatnya, saya tetap berlari dan melompat melewati halangan apapun yang ada didepan. Mengarah ke satu arah, dimana simpangan jarum receiver di IC-2N menunjukan simpangan terbesar akibat dari fokus beamwidth handbeam yang secara periodik saya sweep ke semua arah. Hanya dengan satu tujuan, mendapatkan stasiun beacon radio yang di umpetin panitia dan ambil nomor sebagai bukti saya sudah berhasil mengendus dan menangkap “rubah”. 

Ha.. ha..! kalau ingat jaman gila itu bikin ketawa dan geli. Yah, kami menyebutnya FOX HUNTING. Mencari dan melacak sumber signal radio yang dipancarkan secara periodik dan di letakan di sebuah lokasi yang benar-benar tersembunyi. Bahkan parahnya ada stasiun fox yang semua peralatannya di kubur dan di pendam. Namun toh itu tetap ketemu. Dengan di tambah sniffer yang saya rakit dari beberapa dioda RF, potensiometer, capasitor dan mikro amper meter sudah cukup bisa menemukan stasiun fox yang benar-benar terkubur.

Jika anda tidak mempunyai fisik yang kuat dan stamina yang baik, jangan coba-coba untuk mengikuti kegiatan ini. Kita di tuntut dengan cepat untuk menemukan semua statiun fox dengan kecepatan yang harus di adu pula dengan peserta/lawan kita. Jadi kita harus terus berlari dan berlari dengan tanpa mengabaikan arah signal yang di tunjukan receiver kita.

Awal saya mengenal dunia foxhunting ini ketika masih bergabung dengan RAPI (Radio Antar Penduduk Indonesia) wilayah Tangerang. Tahun 1995, dimana saya berkenalan dengan JZ10XO (Kamiludin), JZ10TDK (Alm. Andika) dan JZ10TIX (Eko). Mereka bertiga lah yang banyak mengenalkan dunia fox hunting pada awalnya. Mungkin sudah ratusan lomba yang saya ikuti baik Minifox maupun mobile fox di seluruh kota jawa barat, Banten dan Jawa tengah. Beberapa kali saya menyabet juara dan mendapatkan piagam serta hadiah yang sangat berarti bagi saya (Dari beberapa lomba saya mendapatkan hadiah uang dan dikumpulkan, akhirnya bisa untuk membeli HP Nokia 3310 second… he h he he!). Sebuah pengalaman yang sangat menarik.

Tahunan bergabung di RAPI saya ingin mendapatkan pengalaman yang lebih jauh di dunia radio ini. Bergabunglah di organisasi yang sangat saya idam-idamkan dari masa kecil. ORARI… Di sinilah semakin menggila kegiatan-kegiatan amatir radio yang saya ikuti. Sampai benar-benar lupa daratan. Dan untunglah, akhirnya seiring dengan berat badan yang semakin tambah (baca: Gemuk), serta tuntutan untuk memberikan nafkah keluarga tercinta, akhirnya fox hunting saat ini tinggalah kenangan. Tapi suatu saat saya ingin kembali menggeluti kegiatan fox hunting ini. Sebuah olahraga yang menyenangkan, fun, mengasyikan dan membuat kecanduan.

Image

Situasi beginilah yang membuat suasana kangen di setiap kegiatan off air radio.

Image

Bentang Team….

Image

Juara di Depok, dapat piagam dan hadiah. Berangkat naik bis kota dan pulang ngompeng bis kota dengan ongkos yang pas-pasan bersama Om Priyo dan Om Retno… Ha ha ha! Thanks friend for the nice moment🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: