REVIEW PANASONIC RL-4249MK3

ImageWoww…. kini saya memiliki sebuah radio berpenampilan jadul. Walau sebenarnya radio serie ini merupakan jenis retro dari radio sebelumnya yang dikenal sangat laku di pasaran. Panasonic RL-4249MK3 merupakan receiver terbaru buatan panasonic, kalau yang dilihat dari sejarahnya, panasonic ini mempunyai track record yang tidak perlu di ragukan lagi.

Penampilannya sangat eksotik dan sederhana, mencirikan sebuah filosofi jaman dulu. Namun jangan terkecoh dengan penampilannya ini, setelah kita mendengarkan alunan nada dan suara yang dikeluaran olehnya maka kita akan berdecak kagum. Karena radio berpenampilan jadul ini mengeluarkan suara yang sangat indah, medium bass dengan kekuatan yang cukup menggelegar. Bahkan saya sendiri sempat terpana dan kaget, karena kualitas suaranya melebihi kualitas dari receiver Polytron PSC-37KVB yang saya miliki. Mengherankan!

Image

Satu lagi yang membuat saya memilih RL-4249MK3 adalah penampilannya tadi. Mengingatkan kembali pada masa-masa saat masih tinggal dikampung dengan segala keterbatasan, dimana masa itu masa pencarian dan keingin tahuan di bidang radio. Dimana BBC London, VOA, ABC, RRI adalah menu wajib harian yang harus didengar melalui gelombang SW.  Dan kini nuansa itu kembali lagi sekarang di masa era high technology melalui radio receiver panasonic RL-4249MK3.

Image

Sekarang mari kita lihat spesifikasi tekhniknya. Kalau kita lihat dari lembar petunjuk penggunaan nya, spesifikasi yang diusung adalah :

  • Sumber tenaga : Baterai 6 Volt type R20/LR20 (D size/UM-1). Atau bisa menggunakan adaptor DC 6 volt.
  • Gelombang : FM (87.5-108Mhz), MW (520-1610Khz), SW1 (2.3-7.0Mhz), SW2 (7.0-22.0Mhz)
  • Suara : 2500mW
  • Speaker : 10cm, 8 ohm
  • Ukuran (L x T x Tb) : 350 x 230 x133 mm
  • Berat : 1.8 kg tanpa batre

Image

Dari keterangan tersebut diatas maka tak heran jika suaranya cukup bagus. Dan kesan awal saya pikir radio ini berat, namun setelah saya tenteng termasuk ada beban batre 4 buah masih cukup ringan. Bahkan bisa di anggap ringan dengan bentuk sebesar ini. Mungkin karena body terbuat dari kayu yang jenisnya ringan.

Image

Image

Sekarang kita beralih ke sensitifity radio ini. Jika kita melihat radio ini secara langsung kita bisa menebaknya. Terdapat tulisan 4 BAND SUPER SENSITIVITY di tampilan meter gelombangnya. Lalu apakah benar atau sekedar klaim / propaganda saja? Dan ternyata, memang penerimaan signal radio sangat peka. Bisa dikatakan sensitif namun selektif. Seperti uraian saya diatas tadi, bahkan radio receiver sekelas polytron garand compo saja kalah peka. Di gelombang FM penerimaan sangat baik sekali. Tanpa perlu menarik antenna telescopicnyapun saya bisa mendapatkan statiun radio broadcasting dari jabodetabek. Di gelombang MW setali tiga uang, sensitif dan sangat bagus bro… Bahkan sensitifitasnya bisa di katakan hampir sama dengan Tecsun PL-660.

Image

Image

Lalu bagaimana di gelombang SW? saat radio ini coba di gelombang SW, saya bisa mendapatkan beberapa statiun luar negeri di Broadcast band. Pada malam hari lebih banyak lagi stasiun radio yang bisa di tangkap. Radio amatir yang bekerja di AM, dikenal dengan radio 80 meter band masih bisa tertangkap dengan baik. Ternyata masih ada rekan-rekan yang muncul di mode AM. Ah, mengingatkan era tahun 1989 hingga 1995 dimana saya sangat aktif monitoring kegiatan komunikasi di 80 meterband. Hanya kalau saya perhatikan, di SW ini tingkat penerimaannya masih kalah dengan TECSUN PL-660. Namun kelebihannya adalah tingkat noise floor sangat rendah sehingga lebih adem didengar di telinga.

Nah, untuk mendapatkan penerimaan yang bagus, di gelombang MW/SW1 kita harus mencari posisi dengan tepat. Dengan cara memutar-mutar posisi radio ini. Mengapa, karena antenna yang dipergunakan di gelombang MW/SW1 memakai antenna ferrite yang ada di dalamnya. Sedangkan jika kita ingin meningkatkan daya receivenya di gelombang FM/SW2, kita dapat menarik penuh antenna telescopic yang disediakan. Yang lebih jagoan lagi, ternyata radio ini dilengapi dengan fasilitas external antenna. Cukup menghubungkan kabel antenna yang tersedia di belakangnya ke antenna luar.

Image

Knop bagaimana bro? ini dia yang menurut saya panasonic memikirkan hal hal yang simple namun sangat membantu untuk operatingnya. Knop ada 3 biji yang digunakan untuk volume, Band dan Tuning. Simple dan mendasar. Knopnya cukup enak di pegang dan digunakan dengan warna silver cemerlang. Satu lagi yang membuat saya salut, knop ini dilengkapi dengan semacam proteksi yang melingkari potensio sehingga resiko lecet terhindari karena seringnya gesekan tangan kita terhadap radio ini saat kita memutar ketiga tombol tersebut.

Namun dibalik kelebihan yang menurut saya sangat lumayan dahsyat ada beberapa yang menurut saya agak menganggu.

  • Yang pertama adalah bunyi “krengkeet… krengkeeettt…”  yang timbul saat kita memutar tombol tuning. Bunyi di sebabkan oleh gesekan tali dan roda kecil ketika tombol tuning berputar. Sehingga kadang memecah konstentrasi ketika lagi mendial signal yang kecil di gelombang SW.
  • Kedua, material kayu yang sepertinya tidak tahan jika terkena air / basah. Jadi kita harus hati hati saat meletakan radio ini. Sedapat mungkin hindari tempat lembab dan berpotensi terkena air secara langsung.
  • Ketiga, fasilitas kabel external antenna sebaiknya di lengkapi dengan jack sehingga memudahkan saat kita menggunakannya. Yang terdapat sekarang adalah hanya kabel yang menjulur keluar dari body, sehingga kita harus menyambung secara manual untuk connect ke external antenna.
  • Keempat, fasilitas external speaker yang terdapat dibagian depan masih bertipe mono. Sehingga ketika kita akan menggunakan headphone, yang terdengar hanya sebelah saja. Memang sih sebenarnya hanya digunakan untuk external speaker, namun juka dibuat stereo akan menjadi nilai lebih agar bisa digunakan dengan headhone stereo.
  • Kelima, oscillatornya masih mengalami driff atau pergeseran pada satu jam awal kita menyalakan radio. Ini akan sangat kelihatan saat kita mendengarkan di band SW dimana bandwidthnya sangat sempit dibandingkan di band MW. Jadi kita harus rajin menggeser tombol tuning ke atas setiap terjadi penggeseran frekuensi ini. Namun setelah di atas 1 jam, oscillator cenderung agak stabil. Namun di Band FM dan MW pergeseran oscillator ini tidak begitu kelihatan. Namun menurut saya hal ini wajar karena memang radio ini di rancang dengan sistem yang sederhana, berbeda dengan PL-660 yang sudah menggunakan tekhnologi PLL jadi tidak akan mengalami driff. Tapi justru saya melihat ini sebagai sebuah hal yang menarik dan mengasyikan karena harus rajin mendial… seperti kembali ke masa lalu, dan inilah mengapa saya memilih radio retro ini🙂

Image

Secara keseluruhan, jika anda ingin mencari radio yang berpenampilan simple dan sederhana, Panasonic RL-4249MK3 layak menjadi sebuah pertimbangan. Secara pribadi saya cukup puas dengan radio ini untuk mendukung kegiatan SWL ria di rumah, sehingga TECSUN PL-660 saya bisa pensiun, digunakan untuk travelling saja.

11 responses

  1. Review yg bagus mas bro.. enak membaca nya. Salam kenal dari sesama peng-hobby radio..

    1. thanks mas bro…. ini radio yang order dari anda itu lho…. good choice…. btw koleksi radio anda sangat mantap.. salam🙂

      1. Lhoo.. hehehe.. saya malah gak nyadar kalo kita pernah bertransaksi sebelumnya😀 ..terimakasih atas kepercayaan bertransaksi online dgn saya mas bro🙂

      2. sama2 mas bro.. layanan yg luar biasa responsif dan terima kasih sudah bersedia mampir di blog sederhana ini.. happy listening with simple radio🙂

  2. ijin copas artikelnya mas, trmksh….

    1. silahkan Om, dengan senang hati…

  3. Untuk adaptor 6 v berapa ampere ya?

  4. Adaptor berapa ampere ya?

    1. minimal 500 miliamper bisa digunakan.

  5. kalau terjadi kerusakan beli spare part radio Panasonic dimana bro…?? utk potensio meter, ic, transistor… mhn pencerahannya

    1. Spare partnya bisa di beli di toko elektronika yang jual komponen elektronika.biasanya di tiap kota pasti ada toko tersebut. Komponen di radio panasonic ini relatif sngat mudah untuk didapatkan. Demikian Om Agung… Mudah2an dapat membantu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: