DEAD ZONE SIGNAL RADIO

ImageDI AREA DEAD ZONE SIGNAL RADIO Mungkin disinilah area yang paling di benci oleh semua penggemar pendengar radio yang bekerja di gelombang pendek. Area dead zone, demikian saya sebut. Area ini benar benar tidak bisa di tembus oleh signal radio gelombang pendek, bahkan gelombang FM sekalipun. Seberapapun antenna yang anda gelar di area ini, percuma saja. Ancur minaaahhh….🙂

Saat ini saya berada di anjungan pengeboran minyak lepas pantai, kami menyebutnya RIG yang saat ini terdapat di selat makassar, Rig Soehana. Memang sebenarnya dengan posisi di lepas pantai ini seharusnya semua signal radio bisa tertangkap dengan baik. Apalagi dengan jenis receiver yang lumayan peka, sekelas Tecsun PL-660 yang sering saya bawa ini. Namun mengapa bisa menjadi terblokir? Begini, di area ini banyak sekali engine yang bekerja dengan ribuan tenaga kuda. Engine yang luar biasa besar untuk men-supply semua operasi di rig ini dalam melakukan drilling. Nah, tahu sendiri kan, engine yang berintikan motor ini akan menimbulkan interferensi yang sangat kuat. Dan memang, hal itu terjadi. Dari 500 Khz hingga 30 Mhz tak ada signal radio sedikitpun yang bisa tembus. Ditambah dengan posisi saya yang berada di ruang akomodasi, berdinding plat baja yang begitu tebal dan sealed yang bagus.

Namun saya tak menyerah begitu saja untuk berburu signal SW. Dengan menggunakan antenna long wire saya buat semacam antenna loop yang dipasang di atas langit langit Room Rest, dan pelan pelan saya lakukan tune in di 9 Mhz hingga 15 Mhz. Diantara derau yang begitu kuat dan signal bar menunjukan full bar, tiba tiba terdengar siaran radio dengan bahasa melayu. Nyaris tertutup derau, namun dengan fasilitas SYNC yang ada, readibility masih bisa di terima dengan 3 ke 4. Cukup lumayan untuk sekedar identifikasi. Sayangnya itu tak berlangsung lama, derau akibat gangguan yang timbul dari puluhan engine RIG yang begitu besar menutup dengan cepat siaran radio tersebut.

Scan saya lakukan lagi hingga ke 30 Mhz, siapa tahu ada station station lain bisa di terima. Namun tetap sama saja… Haduuuuh… Selama seminggu pemngamatan saya lakukan, namun memang daerah ini benar benar daerah mati. Tak terdapat lagi signal radio yang saya inginkan. Dan akhirnya Tecsun PL-660 masuk tas backpaker karena memang sama sekali tak berdaya menahan serbuan derau mesin mesin RIG. Masih berharap untuk bisa mendapatkan siaran radio yang bekerja di 88 – 108 Mhz. Scan sana sini, namun memang mungkin jauh dari daratan (menggunakan speedboat dari balikpapan menuju ke area ini dibutuhkan waktu 4 jam) tetap saja signal tak ada yang bisa di identifikasi. Berharap lagi di Air band, namun sama saja…. Benar benar DEAD ZONE… Edan tenan!🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: