MENDENGARKAN SIARAN RADIO GELOMBANG PENDEK

ImageSejak absennya saya dari dunia DX dikarenakan kesibukan yang begitu luar biasa, semua peralatan HAM Shack yang sekian tahun menemani dalam keseharian saya, akhirnya harus bernasib masuk dus. Demiian pula dengan antenna HF yang semuanya homebrew, dilipat, diikat dengan rapih dan disimpan dengan baik. Siapa tahu suatu saat akan muncul kembali.

Namun memang, jiwa amatur radio masih tetap menyala, terbukti selama dalam kesibukan yang mewajibkan saya selalu keluar kota / negara kegiatan amatir tetap saya lakukan, walau tidak senikmat ketika menggunakan radio HF real. melalui echolink, Eqso dan variannya yang berbasis VOIP saya masih bisa bertemu dengan teman-teman amatir radio. Namun ya itu, kok rasanya tidak afdhol dan berkurang rasa nikmatnya karena tidak real mendengarkan fading, QSB, QRN dan lain lain.

Akhirnya dengan berbagai pertimbangan yang matang, saya mantapkan untuk menekuni dunia SWL, Short Wave Listener atau pendengar siaran radio gelombang pendek. Toh walaupun hanya mendengarkan, namun kegiatan amatir tetap terasah dengan menajamkan receiving di seluruh band HF. Kegiatan SWL ini sebenarnya bagi saya tidak asing, karena memang dari kecil saya sudah rajin mendengarkan siaran radio gelombang pendek dengan radio receiver merek NELSON, warisan dari Pakde di salah satu desa di Kabupaten Purworejo, Jawa tengah. Dengan modal radio tersebut, kemampuan receiving dan istilah-istilah komunikasi radio mulai terbentuk.

Lalu peralatan apa yang harus saya siapkan sekarang? sebenarnya saya mempunyai transceiver HF namun tak bijak rasanya kalau harus membawanya tiap saya berpergian tugas keluar daerah/negeri . Selain bentuknya besar dan tidak praktis, banyak aturan regulasi yang harus kita patuhi jika membawa transceiver ke luar negeri. Pilihan adalah membeli receiver HF. Tentunya yang sesuai dengan kantong dan memiliki fasilitas yang cukup lengkap.

Target saya adalah untuk mendengarkan rekan-rekan Amateur radio, baru berikutnya siaran radio dari seluruh dunia, kemudian siaran MW dan target terakhir adalah siaran FM. dengan demikian tentunya saya harus mempunyai receiver yang mampu menyediakan moda Lower side band, Upper side band dan CW. Banyak penerima radio yang mempunyai fasilitas tersebut, namun sayangnya harganya masih sangat mahal untuk ukuran kantong saya. Akhirnya setelah melalui pertimbangan yang matang pula saya memilih receiver buatan China dengan merek TECSUN PL-660. Untuk receiver ini nanti akan saya review pada post yang berbeda.

Sebagian teman kerja saya mengatakan bahwa saya edan, hobby jadul kok di pelihara katanya. Namun tentunya saya tidak patut untuk marah maupun protes, toh walau dengan alasan apapun mereka tak akan mengerti karena memang mereka tidak hobby mendengarkan siaran radio gelombang pendek. Padahal kalau mereka mau mengerti, begitu luar biasa banyaknya manfaat yang kita peroleh, apalagi jika anda berkeinginan untuk menjadi seorang DX’er di amatir radio nantinya. Karena semua harus dia awali dengan “mendengar”. Jika anda sudah biasa “mendengar” dengan baik di band HF, maka anda akan siap menjadi seorang amatir radio yang benar benar amatir radio. Tidak sekedar berbicara, namun mampu mendengar dengan baik. Itu adalah skill utama.

Apa yang bisa kita dengarkan di sana? Banyak, mulai dari radio siaran dari berbagai negara seperti NHK, VOA, BBC, RRI anda juga bisa mendengarkan ribuan station amatir saling contact dengan berbagai moda. Phone, CW, Digital mode dan moda lainnya. Komunikasi pesawat terbang antara pilot maupun bandara di berbagai negarapun dapat anda dengarkan secara langsung. Jika kita beruntung, kitapun dapat mendengarkan transmisi dari kapal laut, militer maupun beacon dari berbagai belahan dunia. Bahkan terkadang station pemancar gelappun bisa kita dengarkan dengan siaran propagandanya. Benar-benar banyak hal yang bisa kita ambil di kegiatan SWL.

Jika anda tertarik, tak perlu harus mempunyai pesawat penerima yang mahal, dengan modal 150 ribupun anda sudah bisa menggeluti dunia SWL ini. WELCOME TO THE SWL

***Ditulis dari Rig Soehana, Laut Kalimantan – Timur, Drilling ship de YC1UUU/7

4 responses

  1. Mlm bang kocek 150rb merk apa bang&beli dimana tanks.

    1. ditoko2 radio biasa biasanya ada, tapi ya sebatas masih manual dan bekerja di band MW saja plus FM

  2. Hobby DX-ing memang mengasyikkan. Lam kenal.

    1. Salam kenal juga mas Rio, terima kasih kunjungannya di Blog… sama hobby ya kita….. salam DX🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: