CW Sebuah mode yang membius


Kode morse…. saya cuma mau bilang kalau ini adalah mode yang luar biasa dalam dunia amatir radio ini. Terus terang kalau dibandingkan mode lainnya, CW mempunyai banyak kelebihannya. Pada tulisan-tulisan ini saya tidak akan mengajarkan bagaimana berlatih CW yang baik dan benar dan efisien, karena sudah banyak artikel artikel yang terpublish di berbagai blog maupun website teman teman amatir. Saya cuma mau sharing dan cerita tentang CW, yang ternyata bisa membius dan membelokkan mode favorit saya lainnya.

Awal kenapa saya tertarik dengan CW adalah ketika masih hobby listener di band HF dengan mengunakan radio receiver merk Nelson ketika masih SD dulu. Setiap saya scaning mencari gelombang RRI, setiap itu pula saya mendengar nada rendah dengan signal yang terputus putus membentuk karakter telegraphi. Benar benar indah mendengar alunan itu sehingga sampai terbuai dan tertidur. Berbulan-bulan terus saya dengarkan walau tidak mengerti maksudnya.
Saya mengucapkan terima kasih banyak kepada rekan amatir di Tangerang, karena berkat kesabaran beliau, sedikit banyak saya mulai mengerti kode morse untuk komunikasi amatir radio. Thanks Om Urip, YC1YU ex YC0KMU.

Hingga saat ini dengan bermodalkan radio tua dengan power yang pas pasan, 20 watt, DX di 15 meter menjadi sebuah kegiatan yang mengasyikan selama ini. Hanya sayangnya 2 tahun kebelakang ini propagasi sangatlah buruk. Namun ratusan station DX sudah berhasil saya hubungi dan ratusan qsl card pula berhasil saya kumpulkan.
Jadi kapan anda akan memulai untuk mencoba DX CW? hmm…. harusnya saat ini juga anda memulai. Jangan takut dengan kondisi peralatan kita. Tahukah anda, dengan QRP pun anda bisa arround the world… dengan CW semua serba mungkin. Pada beberapa kesempatan saya sering QRP DX, bahkan QRPp DX. Toh dengan 500 miliwatt, KH6 dengan mudah saya dapatkan kala itu. Antenna? jangan berpikir kalau saya menggunakan big gun antenna. Hanya yagi 3 elemen ketinggian 10 meter sudah cukup untuk jalan jalan melalui ionosfir dan berjumpa dengan rekan rekan amatir di dunia bagian lain.
Jadi masih kurang tertarikkah anda?

2 responses

  1. numpang share sj..saya bukan anggota amatir radio,cuma mantan marconis kapal yg sdh di “grouded” di kantor. 5 th terakhir ini sy terbuai alunan nada telegraphy..belajar dan belajar morse
    saat ada waktu..bahkan saya dapat warisan key morse kuno buatan JRC..dan key morse mungil buatan amerika ..masalahnya saya tdk punya perangkat TRX khusus mode CW..tinggal berangan -angan siapa mau kasih warisan TRX yg tdk kepakai..

    1. Dear Om Yogo….
      Luar biasa koleksi keyernya. Sebagai seorang marconis tentunya sudah banyak keyer legendaris yang anda gunakan. 🙂

      Untuk transceiver khusus CW biasanya juga sudah tergabung dengan mode2 lainnya (LSB, USB, AM & FM). Terutama pada TRX yang sudah modern.

      Semoga cita2 Om Yogo untuk mendapatkan transceiver CW bisa lekas tercapai.
      TKS ES HPE CU 73 TU E E

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: